TURING KE IMBAN TANAH LAUT KALSEL

TCIers Chapter Borneo Martapura pada hari Minggu 22 September 2013 mengadakan acara turing ke kawasan hutam Imban, Tanah Laut Kalimantan Selatan, yang melewati perkampungan dan perkebunan karet. Dalam acara turing tersebut pada memanfaatkan kubangan kali untuk jebur-jebur terrynya para peserta. Foto-fotonya dapat dilihat disini.

Inilah cerita singkat perjalanan Turing TCI Borneo yang kedua tanggal 22 September 2013 ke Tahura Sultan Adam Mandiangin sampai Bentok , kiriman dari om Yudi Maulana TCI-348.

Etape I, start dari Banjarbaru ± jam 10.00 wita (pagi) yang di ikuti 4 (empat) unit Terry dan 5 (lima) orang Jomblo TCIers Borneo, antara lain : TCI 091 (Om Harry) dan Terry-nya, TCI 342 (Om Ariando), TCI 348 (Om Yudi/Road Captain) dan Terry-nya, TCI 379 (Om Muji) dan Terry-nya, dan TCI 456 (Om H. Edo) dan Terry-nya. Tujuan touring kami adalah Tahura (Taman Hutan Raya) Sultan Adam yang berlokasi di Desa Mandiangin Kab. Banjar.

Dalam perjalanan menuju Tahura itu tak lupa kami sempatkan mampir sebentar ke warung sego pecel untuk sarapan bersama agar lebih terasa kebersamaan dan kekeluargaannya, hehehe… (jangan kaget ya Om Om yang baca cerita ini krena orang Kalimantan juga doyan sego pecel koq). Setelah sarapan bersama kamipun melanjutkan perjalanan touring menuju Tahura dengan jarak tempuh ± 15 km dari kota Banjarbaru (± 15 menitan gitu deeeh…) dan perjalanannya masih enak” aja karena akses menuju Tahura aspal hotmix alias mulus luuuss…….

Setibanya di Tahura, kami langsung menuju kolam renang peninggalan jaman belanda dulu yang terletak di atas gunung (masih deretannya gunung pamaton) dengan ketinggian ± 200 – 300 meteran (mungkin) dengan jarak ± 1 km-an lebih dengan jalan menanjak yang cukup lumayan dan keadaan jalan aspal yg sudah berlubang-lubang.
Setelah sampai kolam belanda kamipun istirahat dulu ngopi di warung sambil melihat-lihat pemandangan sekitarnya . Dan dari kolam belanda itu juga terlihat kantor gubernur yg baru yg terletak di kota banjarbaru. Selesai ngopi kami berniat untuk melanjutkan perjalanan ke puncak gunungnya dimana disana juga ada benteng peninggalan jaman belanda tapi sayang sungguh di sayang kami tidak mendapat ijin untuk menuju puncak gunung itu dengan alasan sesuatu dan lain hal dan akhirnya dengan sangat terpaksa kamipun balik kanan.

Etape II, Tahura Sultan Adam – Gunung Batu (lokasi tambang batu gunung) yang berjarak ± 10 km dengan kondisi jalan hanya perkerasan dan berlubang-lubang. Kami jalan beriringan melewati Desa Kiram Atas Kab. Banjar dan hutan, dan sesampainya di gunung batu kami sempat berputar-putar sebentar lalu foto-foto.

Etape III, Gunung Batu Desa Kiram Kab. Banjar – Perkebunan Karet PT. Bridgestone yang berada di Desa Imban Kab. Tanah laut dan berjarak ± 10 km-an. Kami kembali beriringan menuju perkebunan karet dengan melewati hutan serta Desa Kiram Bawah tanpa ada rintangan yang berarti bagi si terry. Setibanya di perkebunan karet, kamipun langsung mencari jalan agar bisa memasuki lokasi perkebuanan karet itu dan sesampainya di tengah perkebunan karet tiba-tiba kawan-kawan yang ada dibelakang terry 348 berhenti. Ternyata mereka mengajak berfose lg seperti layaknya model aja padahal ABG Tua semua). Lalu akhirnya kita ambil posisi uenak masing-masing sambil ngobrol ngalor ngidul dan merelakan badan kami di gigitin nyamuk, hehehe…

Selesai berpose kami akan melanjutkan touring lagi mencari jalan keluar perkebunan menuju perkampungan. Satu per satu kami mengatur barisan seperti semula dan ternyata terry 379 penyakit lemah syahwatnya kambuh, wkwkwk…. Entah karena digigitin nyamuk atau mungkin krena takut berada dalam hutan dengan posisi terry agak melintang. Berhubung jalan di perkebunan itu lebarnya tidak sampai 3 meteran walhasil terrynya “maju kena tebing jalan, mundurpun kena tebing jalan juga” sampai-sampai si terry tidak bisa bergerak lg karena sudah mentok. Dan akhirnya memerlukan pertolongan. Sebagai bentuk kerjasama tim, pertolongan pun dilakukan oleh Terry Senior 091 dengan cara “ditarik”. Hehehe… apes dah nasibnya terry 379.

Etape IV, Perkebunan Karet PT. Bridgestone – Perkampungan Desa Bentok Barat Kab. Tanah Laut.
Dari tengah perkebunan karet menuju perkampungan berjarak ± 5 km-an. Kamipun terus beriringan mengikuti jalan yang ada di perkebunan karet itu sampai hampir salah ambil jalan, tapi untunglah Terry Senior 091 menggunakan GPS yang akhirnya bisa menuntun kami keluar dari perkebunan karet dan numpang lewat di komplek perumahan serta perkantoran PT. Bridgestone. Setelah keluar dari lokasi Bridgestone kami harus melewati anakan sungai tapi tidak terlalu dalam juga sih agar bisa sampai di perkampungan Desa Bentok Barat. Sebenarnya ada jembatan yg terbuat dari kayu ulin tapi hanya diperuntukan kendaraan roda dua saja. Sebelum menyeberangi sungai itu kamipun tidak lupa berfose lagi agar ada kenang-kenangan sewaktu touring. Dan setelah itu kamipun menyeberangi sungai satu per satu dengan selamat.
Setelah Tiga terry lolos semua menyeberangi sungai, giliran selanjutnya Terry 379 yang paling terakhir menyeberang dan Syukur Alhamdulillah lolos juga menyeberangi sungainya akan tetapi setelah persis berada di tepi sungai penyakit Lemah Syahwatnya kambuh lg untuk yang kedua kalinya sampai mesinnya mati. Dan kali ini 348 yang ambil alih melakukan pertolongan dengan cara 379 ditarik lagi. Hihihi… bener-bener apes nasibnya Terry 379.

Etape V, Perkampungan Desa Bentok Barat – Kedai Hobbies Banjarbaru.
Dari perkampungan Desa Bentok Barat – Kedai Hobbies Banjarbaru menempuh jarak ± 20 – 25 km dan dengan waktu ± 30 menit. Setibanya di Kedai Hobbies Banjarbaru waktu menunjukan pukul 17.30 wita. Di kedai Hobbies ini kami menuntaskan hasrat makan siang yang tertunda sambil bercanda karena merasa puas dengan perjalanan touring jarak pendek kami yang ke 2 dan dengan jarak tempuh ± 74 km. Dan sampai selesai Adzan Magrib sekitar pukul 16.40 kami undur diri dari Kedai Hobbies lalu pulang ke rumah masing-masing.

Demikian lah cerita perjalanan Touring ke 2 TCI Borneo dan sampai ketemu lagi pada Touring kami yang akan dating. So pasti jaraknya akan lebih jauh dan treknya akan lebih menantang lagi. Bye bye…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>