gajah-dan-tci360

JAMBORE TERRANO INDONESIA 2013

Dalam menutup tahun 2013 dan menyambut tahun baru 2014 TCI menyelenggarakan Jambore Terrano Indonesia 2013 sejak 28 Desember 2013 sd 1 Januari 2014 di Lampung. Acara ini mendapat dukungan pula dari Nissan Motor Indonesia, GT Radial, Citilink, Majalah JIP, Sunda Motor, Kudamas Auto Indo, Getac Central Plotter dan donatur lainnya. Acara yang dimulai dengan keberangkatan hari Sabtu malam 28 Desember ini yang dari P. Jawa ngumpul startnya jam 22.00 di Rest Area Km.68 Tol Merak kemudian secara bertahap beriringan menuju Pelabuhan Merak dengan menumpang kapal feri Jatra III. Rombongan mendarat di Bakauhuni jam 4 pagi dilanjutkan ngumpul istirahat di Resto Simpang Raya.
Hari pertama (Minggu 29/12) di bumi Sumatera ini, seusai sarapan pagi jam 8 start kembali menuju Lampung, check in di penginapan Hotel Sahid. Usai check ini, dilanjut perjalanan ke Pantai Mutun, salah satu kawasan wisata pantai relatif baru di Lampung yang berpasir putih dan berair jernih berjarak sekitar 25 km dari kota Lampung. Ternyata cuaca di pantai Mutun ini tidak bersahabat, tiba disana tidak lama kemudian disambut hujan deras, dan air lautpun pasang sehingga para terry merencanakan ngelumpur, berderet di pasir laut pantai itu dan rencana ramai-ramai berjamborean yang dipusatkan disini terpaksa harus tunduk dengan kuasa alam. Bahkan disiraman hujan itu salah satu anggota TCI sempat membantu menarik mobil pengunjung yang kejeblos dipantai itu. Sekembalinya dari Pantai Mutun ke penginapan, sekalian beberapa terrano mewakili rombongan mampir beranjangsana ke kantor redaksi Harian Tribune Lampung dan Harian Lampung Post, Bandar Lampung.
Hari kedua (Senin 30/12), acara menuju lokasi wisata Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terkenal dengan sekolah gajahnya itu. Jarak menuju Way Kambas sekitar 114 km dari Bandar Lampung. Perjalanan wisata ke TN Way Kambas ini bahkan lebih dulu mampir ke rumah kediaman Walikota Metro yang memang searah TN Way Kambas. Walikota Metro pak Lukman Hakim yang memiliki mobil Nissan Terrano ini berkenan untuk bergabung dengan TCI, dan mendapat nomor lambung TCI-440. Perjalanan yang relatif cukup panjang ke TN Way Kambas ini sampai dilokasi sudah hampir jam 16.00, yang kemudian sebagian anak-anak pada berkesempatan naik gajah, dilanjutkan menikmati suguhan atraksi gajah-gajah di ruang atraksi gajah, mulai dari gajah mengerek bendera, gajah berjoget ria dan minta disawer, gajah main bola, gajah menebak angka, lenggak lenggok selayaknya foto model disusunan beton dll. Usai atraksi didalam gedung, gajah-gajah ini ternyata mau digiring dan bermain disekitar berjajarnya terrano-terrano TCI dilahan rerumputan kawasan Way Kambas yang berlatar belakang hamparan hutan nun jauh disana banyak gajah. Gajah-gajah yang memang dipandu Pawang ini bisa diajak foto selayaknya foto model saja dan atraksi lain seperti menginjak terry dan sebagainya.
Waktu sudah menujukkan hampir magrib, kunjungan ke TN Way Kambas terasa begitu singkatnya. Rombongan meluncur kembali ke Bandar Lampung untuk dinner di Graha Patimura Lampung dan mengikuti acara pelantikan SUV BROTHERHOOD Chapter Lampung yang terdiri dari lima komunitas mobil bergenre SUV, yakni Blazer Indonesia, Pajero FS, Captiva, Fortuner C dan Terrano Club Indonesia Chapter Lampung dimana om Ginta Wiryasendjaya didapuk jadi Ketuanya.
Hari ketiga (Selasa 31/12) acara wisata TCI menuju Pantai Klara yang merupakan salah satu objek wisata bahari yang berada persis di pinggir Jalan Raya Way Ratai, Desa Ketapang, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, dan berbakti sosial untuk anak-anak yatim di Batumenyan, yang difasilitasi oleh Mako Yonif Brigif 3 Marinir di Mako Yonif 9 Marinir Batumenyan.
Perjalanan wisata hari terakhir ini tidak lupa berkulineria dan jajanan Lampung, tidak ketinggalan pula menikmati durian lampung yang enak dan manis.
Usai dari Pantai Klara sekembalinya ke Bandar Lampung, berkesempatan pula mampir ke kantor redaksi Harian Radar Lampung. Dan malam harinya dilanjut acara bincang-bincang organisasi sambil menanti dan menyambut datangnya jam 00 tahun baru 2014 di Kafe Garden Hotel Sahid, Bandar Lampung.
Hari keempat (1/1) acara bebas sejak pagi usai sarapan, ada yang masing-masing belanja-belanja oleh-oleh produk khas Lampung, dilanjut balik Jakarta dan kota lainnya di Pulau Jawa. Foto-fotonya silakan lihat disini.

Selamat Tahun Baru 2014 semoga membawa sukses dan semakin erat silaturahmi dan persahabatan para terranoers di Indonesia. Bravo TCI… !!!

Nissan-Terrano-2014-625x353

ALL NEW NISSAN TERRANO

VIVAnews – Setelah sempat “dimatikan”, Nissan Motor Corp akhirnya kembali memperkenalkan generasi terbaru SUV (Sport Utility Vehicle) Terrano di India, Selasa 20 Agustus 2013.

Dilansir Motorbeam, Selasa 20 Agustus 2013 dengan segala perubahan yang pasti beda dari pada genarasi sebelumnya, Nissan Terrano rencananya dibanderol mulai dari Rs 10 lakh atau sekitar Rp165,5 juta.

Meski menggunakan basis Renault Duster, Terrano diklaim Nissan menawarkan gaya premium yang berada di atas Duster.

Untuk pembelian, Nissan baru akan membuka pemesanan mulai pada 1 September 2013. Sebab, mobil yang dibuat pabrik Oragadam, India, baru akan dijual pada Oktober mendatang.

Namun, Nissan sudah melakukan pengiriman ke seluruh dealer di Negeri Hindustan guna menarik perhatian calon konsumen.

Adapun perubahan signifikan yang terjadi pada Terrano generasi terbaru ini mulai dari eksterior seperti lampu depan-belakang, bemper, grille dan beberapa ornamen lainnya.

Pada bagian interior, Terrano anyar menggunakan gaya two-tone beige, terlihat identik bergaya Duster. Diberi sentuhan warna hitam di konsol tengah dan krom di sekitar ventilasi AC.

Untuk dapur pacunya, Terrano akan ditawarkan dengan tiga mesin. Mesin bensin 1.6 liter berkekuatan 101 PS dengan torsi 145 Nm. Ada pula mesin diesel 1.5 liter dengan dua pilihan kekuatan 85 PS dengan torsi 200 Nm, serta 110 PS dengan torsi 248 Nm.

Ketiga mesin itu akan dikawinkan dengan transmisi manual. Tidak ada pilihan transmisi otomatis. All New Terrano menawarkan enam warna pilihan; abu-abu, perak, perunggu, merah, hitam dan putih.

Sementara fitur yang disematkan mulai dari ABS, airbag, sistem audio layar sentuh, lingkar kemudi dipasang kontrol audio, dan masih banyak lainnya.

“Terrano akan memainkan peran kunci dalam meningkatkan volume penjualan Nissan di India dan menandai masuknya perusahaan ke dalam memperluas segmen SUV kompak,” kata Nissan dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.

Tak cuma India, All New Terrano bakal dipasarkan ke sejumlah negara berkembang. Tapi, mereka tidak berencana mengekspor ke Eropa atau Amerika Serikat.

Di Indonesia, Terrano pernah menjadi tulang punggung penjualan Nissan. Tapi, Nissan Motor Indonesia belum bisa mengkonfirmasi apakah All New Nissan Terrano bakal dipasarkan juga di Tanah Air.

2013_08_03_09_29_32_booster-rem-terrano

Perbesar Diafragma Booster Rem Terrano Rem Nissan Terrano

JIP - Nissan Terrano masih menjadi salah satu jajaran SUV second yang diminati. Selain bodi dan ‘tongkrongan’ cukup gagah, SUV ini dicap masih mengaplikasi teknologi mesin yang sederhana.

Sayangnya Nissan Terrano dianggap punya kelemahan pada bagian pengereman. Aplikasi rem konvensional– cakram (depan) dan teromol (belakang) non ABS-nya sering dicap kurang pakem.

Namun kelemahan ini masih tergolong ringan. Bukan berarti Nissan Terrano adalah produk gagal. Salah satu komunitas pecinta Terrano—Terrano Club Indonesia (TCI)—justru telah memiliki jurus ampuh untuk solusinya.

Dengan memakai booster rem, maka kepakeman rem sangat dipengaruhi oleh tenaga pengereman saat menekan pedal rem. Sedangkan besar kecilnya ‘power’ ini sangat tergantung dari besarnya tekanan yang diberikan oleh booster rem, lalu material brake shoe dan brake pad nya serta luas penampang sepatu rem/kanvas rem.

Sehingga untuk mendapatkan kepakeman rem yang diinginkan, pastinya harus dari tiga unsur di atas. Misalnya memberbesar tekanan booster rem dengan memakai booster yang lebih besar. Atau mengganti material kanvas rem untuk mendapatkan koefisien gesekan yang lebih efektif. Bisa juga dengan mengganti seluruh sistem pengereman dengan teknologi yang lebih advance. Hanya saja, solusi terakhir ini sudah pasti memakai biaya yang tidak sedikit.

Dari beberapa cara tersebut, mengganti booster rem dan kanvas rem adalah yang paling mungkin. Karena biayanya relatif terjangkau. Kali ini, JIP ingin membagi tips ringan hasil temuan rekan-rekan pemilik Terrano yang tergabung dalam Terrano Club Indonesia (TCI). Rekan TCI membagi ilmu dengan mengganti booster rem standar.

Booster rem mempunyai cara kerja memanfaatkan perbedaan tekanan atmosfir dengan tekanan intake engine. Perbedaan ini selanjutnya disalurkan ke diafragma untuk menghasilkan daya, untuk menekan master rem. Terjadilah proses pengereman. Untuk memperbesar daya tekan diafragma, mau tidak mau harus mengganti ukuran booster rem yang lebih besar pula.

Dari hasil pengalaman rekan-rekan TCI, terpilihlah booster rem Nissan Pathfinder 3.0L dengan type double drum berukuran 9 dan 10 inci. Booster rem Nissan Pathfinder inipun mempunyai bentuk yang serupa dengan Nissan Terrano (Nissan DM44). Bahkan untuk memasang di bodi Terrano juga tidak sulit, karena posisi dan bautnya berukuran sama persis.

Booster rem Nissan Pathfinder ini bisa didapat di toko-toko penyedia onderdil part Nissan, ataupun di pasar-pasar junkyard part-part eks Singapura. Pun kalau kesulitan, bisa langsung meminta info ke sekretariat TCI dengan alamat terlampir di direktori club.

Sayangnya, booster rem Nissan Pathfinder kebanyakan untuk spesifikasi mobil dengan setir kiri. Sehingga posisi hose untuk intake vacuum dan idle-up AC ada di sebelah kanan.

Kalau booster rem pengganti ini sudah didapat, pengerjaan ini bisa dilakukan dengan cepat. Tidak lebih dari 3 jam, booster rem baru pun akan terpasang. Ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan. Seperti penyesuaian baut yang menghubungkan booster rem ke pedal, karena ukuran tuas diameternya lebih besar. Juga mengganti slang vakum, karena butuh ukuran yang lebih panjang akibat posisi lubang hose nya ada di sebelah kanan. Slang vakum bisa memakai merek apa saja.

Hasilnya, rem pun makin pakem. Selama memakai tips ini, rekan-rekan TCI tidak mendapati dampak negatif yang timbul. Seperti brake blockingoverheat pada kanvas rem, cakram maupun teromol.

Walau demikian, kita tetap harus hati-hati dalam mengendarai mobil, selamat  mencoba.

 

Teks: Catur Wibowo

Sumber: Terrano Club Indonesia, Dodi Sudjani TCI 006

Foto: TCI

http://jip.co.id/read/2013/08/03/335439/139/24/Perbesar-Diafragma-Booster-Rem-Terrano-Rem-Nissan-Terrano

Harga:

Estimasi biaya Rp 1 Jutaan.

tci_0122

Sejarah Nissan Terrano

SEJARAH TERRANO DI INDONESIA
SATU DASAWARSA TERRANO DI INDONESIA (1995 – 2006)
Oleh : Departemen Public Relations PT Nissan Motor Indonesia

Kilas balik di 1995, kelahiran Terrano bermula ketika Toshiyuki Shiga – yang kala itu merupakan perwakilan Nissan Motor Co., Ltd di Indonesia – berkeinginan untuk melakukan terobosan dengan menghadirkan produk mobil unggulan yang diminati pasar Tanah Air. Terrano dipilih karena memiliki keunggulan-keunggulan sekaligus keunikan yang sesuai dengan karakter pasar Indonesia pada saat itu.

Rencana itu lantas tak berjalan semulus yang diharapkan. Mendatangkan Terrano langsung dari Jepang dalam format Completely Built-Up (CBU) dan berpenggerak 4×4 jelas berpengaruh terhadap harga jualnya. Hal tersebut disebabkan sistem pentarifan bea masuk untuk CBU dan pajak kendaraan berpenggerak 4×4 dibanderol lebih mahal. Untuk itu, Shiga – yang kini menjabat sebagai COO Nissan Motor Co. Ltd., – memutuskan untuk merakit SUV Nissan di Indonesia (CKD, Completely Knocked-Down). Sistem penggerak pun dipilih sistem 4×2 yang lebih akrab untuk pasar Indonesia sekaligus untuk menekan harga jual agar lebih kompetitif.

Demi mewujudkan Terrano CKD, perlu dilakukan beberapa penyesuaian dalam prosedur perakitan. Pasalnya, sistem perakitan yang dikirimkan Nissan Jepang sudah mengaplikasi sistem otomasi mengandalkan robot. Maka diperlukan proses lanjutan yaitu berupa penggambaran ulang alat perakitan oleh satu tim khusus yang dikepalai Suhardiman (kini menjabat sebagai Manager QA – CS NMI). Meski tahapan itu menghabiskan waktu 3 bulan, namun hasilnya sepadan. Rancangan desain Suhardiman dan tim itu lah yang kemudian menjadi panduan produksi Terrano dari 1995 hingga produksi terakhir di Desember 2006.

Bertindak selaku pemasar, kala itu Nissan Terrano yang hadir dalam dua varian: SGX dan AJ Limited didistribusikan di bawah payung PT Wahana Wirawan selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Nissan di Indonesia, sementara PT ISMAC yang bertanggung jawab pada proses produksi. Seiring waktu, kapasitas produksi meningkat yang tadinya 3 unit Terrano per hari menjadi 15 unit per harinya.

Merespons pasar yang positif terhadap Terrano, ATPMnya terus mengembangkan dan menawarkan model terbaru yang lebih memukau. Terbukti dengan hadirnya Nissan Terrano Grandroad dan Kingsroad yang tetap diproduksi oleh PT ISMAC.

PENYELAMAT DI MASA KRISIS

Sama seperti pelaku industri otomotif pada umumnya, tiupan angin kencang yang berembus di 1997 berupa krisis moneter, banyak membawa dampak terhadap Nissan. Meski begitu, Nissan tetap mampu bertahan dan terus menunjukkan eksistensinya di kancah otomotif Indonesia. Terrano menjadi saksi sejarah di mana SUV ini merupakan mobil pertama yang diproduksi Nissan pascakrisis moneter.

Suhu perekonomian Indonesia yang berangsur membaik, pada 1998 status kepemilikan ATPM Nissan mengalami masa peralihan. Dan pada akhirnya di 1 September 2001, dikukuhkan lah PT Nissan Motor Indonesia (NMI) dengan porsi kepemilikan 75% dipegang oleh Nissan Motor Co., Ltd dan 25% sisanya berada pada Indomobil Group. Struktur kepemilikan baru itu terus menguatkan citra Nissan di pasar dan berimbas pada kepercayaan publik untuk menggunakan produk Nissan. Pada 2002, di bawah komando(NMI), Terrano kembali berevolusi. Selain perubahan minor pada varian Kingsroad dan Granroad, Terrano dipasarkan dengan model entry-level: Spirit.

Di pabriknya di kawasan Cikampek, selain Terrano yang di-CKD-kan , model berikutnya yang tak kalah sensasional, Nissan X-Trail, juga dirakit di dalam negeri pada 2003.

Diproduksi pertama kali pada 1995, Terrano turut menentukan sepak terjang Nissan di Indonesia. Mobil itu terkenal andal dan tangguh dengan mesin kuat. Terbukti walaupun sudah berusia lebih dari satu dasawarsa, kami menjumpai Nissan Terrano bernomor produksi 02 masih dalam kondisi mulus dan berfungsi optimal. Tentu ini menjadi satu bukti nyata akan kualitas Terrano.

PELOPOR SUV

Setelah berjasa mengantarkan NMI hingga menjadi besar hingga saat ini, Terrano tiba pada pengujung masa baktinya di 26 Desember 2006. Tercatat hingga tanggal itu, total Nissan Terrano sudah diproduksi hingga 17.801 unit. Berupa wujud penghargaan atas jasa-jasanya, tepat setelah Terrano bernomor produksi 17.801 selesai diproduksi, digelar “The Last Production Ceremony” di pabrik Nissan Cikampek, berupa penandaan telah berakhirnya produksi Terrano di Indonesia.

Presiden Direktur NMI, Norio Ota dan Wakil Presiden Direktur NMI, Toshihiko Sano bergantian memberikan sambutan sebagai ucapan terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah memberikan kontribusi bagi produksi Terrano.

Berkiprah selama lebih dari satu dasawarsa, Terrano menoreh catatan istimewa di sejarah otomotif Indonesia sebagai salah satu pelopor SUV yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia akrab dan bangga akan SUV.

PT NMI Jakarta, 2007