
Karanganyar – Suasana sejuk lereng Gunung Lawu menjadi saksi semangat kebersamaan keluarga besar Terrano Club Indonesia (TCI) dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di WonderPark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Selama tiga hari, anggota dari berbagai daerah berkumpul dalam satu semangat yang sama: merawat persaudaraan, memperkuat organisasi, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Perayaan tahun ini dihadiri oleh Ketua Umum TCI Fazar Aquarista, jajaran Dewan Penasihat, Badan Pengurus Pusat, serta perwakilan chapter dari berbagai wilayah Indonesia. Mengusung tema “Mulat Sarira Hangrasa Wani”, seluruh rangkaian kegiatan menjadi ajakan bagi setiap anggota untuk berani melakukan introspeksi, terus bertumbuh, dan membangun komunitas yang semakin solid, dewasa, dan berdaya guna.
Semangat tersebut diwujudkan melalui aksi nyata berupa penyerahan bibit pohon buah kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Bibit tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, S.Sos., M.M., yang diwakili oleh Dwi, untuk ditanam di kawasan WonderPark. Inisiatif ini menjadi bentuk komitmen TCI dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kawasan wisata berbasis alam.
Namun, HUT TCI bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini juga menjadi ruang konsolidasi organisasi melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang membahas arah pengembangan komunitas ke depan. Berbagai gagasan, evaluasi program, serta langkah strategis dirumuskan bersama sebagai bekal menghadapi tantangan organisasi di masa mendatang.
Sebanyak 12 chapter turut berpartisipasi dalam perayaan kali ini, yaitu Brajasewu, Malang Raya, Bolosmart, Mataraman, Solo Raya, Blitar Raya, Jogja, Bandung, Cianjur Surya Kancana, Patriot, Banteng, dll. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan TCI tetap terjaga meskipun para anggotanya berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam.

Kemeriahan acara semakin terasa melalui beragam aktivitas yang melibatkan seluruh peserta. Mulai dari senam bersama, Kontes Terrano, Fun Offroad, lelang suku cadang Terrano, doorprize, hingga berbagai kegiatan sosial yang mempererat hubungan antarsesama anggota. Area UMKM yang diisi oleh anggota TCI juga menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan berbagai produk kreatif sekaligus memberikan ruang pemberdayaan ekonomi di dalam komunitas.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah Fun Offroad, ketika puluhan Nissan Terrano dari berbagai generasi kembali menunjukkan karakter tangguhnya di lintasan pegunungan Tawangmangu. Di tengah jalur tanah, bebatuan, dan tanjakan khas lereng Lawu, kendaraan-kendaraan legendaris tersebut membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap tampil prima. Sorak semangat peserta berpadu dengan deru mesin menjadi gambaran nyata bahwa semangat petualangan TCI tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tidak kalah menarik, sesi lelang suku cadang menjadi magnet tersendiri bagi para anggota. Berbagai komponen orisinal yang semakin langka diperebutkan dengan penuh antusias, menunjukkan tingginya kepedulian anggota dalam menjaga kelestarian Nissan Terrano sebagai kendaraan yang memiliki nilai sejarah sekaligus kebanggaan tersendiri.
Lebih dari dua dekade perjalanan TCI membuktikan bahwa menjaga eksistensi komunitas otomotif berbasis kendaraan yang sudah tidak lagi diproduksi secara massal bukanlah perkara sederhana. Dibutuhkan loyalitas, rasa memiliki, kepemimpinan yang visioner, serta persaudaraan yang tumbuh secara alami. Nilai-nilai itulah yang terus menjadi fondasi perjalanan Terrano Club Indonesia hingga hari ini.
Melalui perayaan HUT ke-22 di Tawangmangu, TCI kembali menegaskan bahwa sebuah komunitas otomotif dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperkuat persahabatan, mendukung pariwisata daerah, menggerakkan ekonomi anggota, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan.
Sebagaimana slogan yang terus menjadi napas perjalanan organisasi, “Sharing Through Driving”, setiap kilometer yang ditempuh bukan hanya tentang perjalanan kendaraan, melainkan juga perjalanan persaudaraan yang terus tumbuh, menginspirasi, dan membawa manfaat bagi banyak orang.